off the record 2 Tag Archive

  • Tur Buku OFF THE RECORD 2 ‘Ngueng-Ngueng’ di Surabaya, Ria SW: Masa Depan Itu Harus Digosok-Gosok

    FICCAAYU.ID – Ria Sukmawijiaya atau akrab disapa Ria SW resmi meluncurkan buku ‘OFF THE RECORD 2’ di Surabaya.

    Kota Surabaya menjadi kota pertama yang dipilih Ria SW untuk ‘ngueng-ngueng’ setelah nantinya ia juga akan menggelar tur buku di 4 kota lainnya.

    Peluncuran buku ‘OFF THE RECORD 2’ berlangsung di Atrium depan Pusat Perbelanjaan Metro, Ciputra World Mall Surabaya, Minggu (10/11/2019).

    Peluncuran Buku ‘OFF THE RECORD 2’ di Ciputra World Mall Surabaya (10/11/2019).

    Sebelumnya, Ria SW telah membuka pre order sebanyak 1000 buku dan hebatnya seluruh buku ludes hanya dalam hitungan menit.

    Dibandingkan dengan bukunya yang pertama, ‘OFF THE RECORD 1’, Ria justru tidak mengalami kendala yang begitu signifikan.

    “Yang lucu di OFF THE RECORD 2 itu yang mulai duluan itu justru cover nya. Cover nya justru udah jadi sebelum isi kontennya rampung.”ungkap Ria

    “Prosesnya lebih mudah sih dibanding yang OFF THE RECORD 1.”tambah Ria

    Jika dilihat secara seksama, buku ‘OFF THE RECORD 2’ lebih dominan dari segi ilustrasi dan colorful. Hal ini pun dibenarkan oleh Ria karena memang komposisi gambarnya ditambah.

    Penyerahan simbolis peresmian peluncuran buku ‘OFF THE RECORD 2’ dari pihak Gramedia ke Ria SW.

    “Sebenarnya itu kita nggak ada omongan di OFF THE RECORD 2 supaya gambarnya lebih banyak yuk atau gambarnya lebih hidup yuk, itu nggak ada. Cuman balik lagi yang aku bilang, karena aku kerjasamanya sama tim-tim yang sama, jadinya udah tau aja gitu, kayak ilustratornya udah tau dari awal apa yang harus diperbaikin, segala macem, jadi emang udah ada perkembangannya gitu lho.”jelas Ria

    “Misal oh OFF THE RECORD 1 segini, kalau yang kedua segini, dari segi gambar, cerita, harus ada perkembangannya.”lanjut Ria

    Hal menarik dari buku keduanya ini yaitu saat Ria menyebut bahwa ‘Masa Depan Itu Harus Digosok-Gosok’. Ternyata begini penjelasannya:

    “Di buku itu kan aku bilang masa depan itu kayak kartu pulsa yang digosok, soalnya masa depan itu kan kita nggak tau, kayak misteri ilahi gitu lho, tapi bukan berarti kita nggak bisa bikin perencanaan, jadi setiap kali kita berusaha, merencanakan sesuatu, berani memulai, nah yang warna silver di buku itu sedikit demi sedikit akan terbuka jadi secara nggak langsung bisa tahu masa depan itu seperti apa.”

    Ria Sukmawijaya juga dikenal sebagai sosok yang mencintai proses. Terbukti lewat karyanya yang kedua ini, ia menulis bukunya dengan proses-proses yang ia dapatkan dari potensi dan skill nya. Saat ditanya makna kata proses, ia pun menjawab seperti berikut:

    “Kenapa harus mencintai proses? Karena kita kalo milih cara instan, itu berarti mematikan potensi dan skill kita, kita menggantungkan pada orang lain, dan mengandalkan orang lain. Nah, kalo kita tidak memilih cara instan berarti kita membuat diri kita lebih berkembang dan bertumbuh.”

    Uniknya, di buku ‘OFF THE RECORD 2’, Ria SW memasukkan cerita horor yang pernah ia alami. Cerita horor ini benar-benar terjadi dan masih membekas di ingatannya.

    “Sebenarnya aku masukin cerita horor karena itu yang paling membekas. Ada beberapa cerita horor yang aku alamin cuman ini yang paling membekas. Misal kalo aku travelling terus tidur di hotel sendiri, nah itu harus nunggu agak terang dulu baru bisa tidur. Meskipun U=udah ngantuk tapi tetap harus melek. Cerita horor ini tuh pengalaman sebelumnya yang aku alamin dan efeknya masih membekas sampai sekarang.”ungkap Ria di depan audiens

    Menilik kembali proses pembuatan buku ‘OFF THE RECORD 2’, kendala terbesar yang Ria hadapi justru ada pada dirinya sendiri.

    “Kesulitannya apa ya, sebenarnya udah ada pengalaman di OFF THE RECORD 1, jadi sudah bisa mengatasinya, nah kesulitan di OF THE RECORD 2 justru ada di diri aku. Kesulitannya misal untuk bagi waktunya, ragu sama apa yang aku tulis, ini pantes nggak ya buat di share, takut sama respon orang lain, ini negatif nggak ya, nyinggung orang lain nggak ya, gitu gitu.”kata Ria

    Sesi foto bersama Ria SW bersama audiens yang menghadiri peluncuran buku ‘OFF THE RECORD 2’.

    Ternyata, Ria SW juga sempat ragu dalam proses pembuatan OFF THE RECORD 2. Namun, ia beruntung karena memiliki orang-orang yang mendukungnya.

    “Ketika kita ragu dengan diri kita yang paling penting punya satu orang untuk meyakinkan kita buat tetap lanjut ngelakuin itu.”imbuh Ria

    Saat MC bertanya apakah boy band asal Korea, G-Dragon, turut memberikan support kepadanya, Ria SW pun menjawab:

    “Iya, GD ikut andil sedikit. Ha..ha..”

    Suasana riuh di acara peluncuran buku ‘OFF THE RECORD 2’ di Surabaya.

    Kesulitan lainnya saat penggarapan buku yaitu Ria harus mengingat kejadan-kejadian tertentu secara mendalam.

    “Sulit untuk nginget lagi, aku harus nonton lagi videonya, recall memori aku lagi gitu. Misal kita kan punya kenangan, entah itu berkesan atau menyakitkan tapi disini harus diinget inget, jadi ya sulit.”jelas Ria

    Ria SW ternyata bercita-cita menjadi seorang penulis dan ingin sekali menjadi penulis. Di sisi lain, Ria juga ingin menjadi seorang sutradara.

    “Awal mula sebelum aku nge-YouTube, justru aku pingin banget jadi penulis. Emang itu cita-cita aku. Semester satu udah coba-coba bikin tulisan terus kirim ke penerbit, tapi terus dibalikin lagi, bukan karena ditolak, tapi disuruh nge-revisi. Tapi saat itu sibuk kuliah, jadinya harus milih fokus tugas kuliah atau nulis.”ungkap Ria

    “Jadi YouTuber ini nggak pernah di list aku lho, tapi karena aku jadi YouTuber, aku jadi kayak punya jalan baru jadi penulis. Dari YouTuber ini aku juga bisa belajar banyak cara bikin video, yang mungkin nantinya mengarahkan ke sutradara seperti impian aku lainnya.”jelas Ria

    Untuk mempertahankan signature atau kekhasan tulisan dan videonya, Ria mengaku kalau ia jarang menonton aktivitas orang lain.

    “Aku sih cuma nulis apa yang aku mau, pake gaya bahasa aku, aku pingin kayak berusaha sebisa mungkin seperti diri aku. Aku sebisa mungkin nggak melihat segala sesuatu di dunia aku. Jadi, aku nggak terpengaruh sama dunianya orang lain. Aku nggak mengikuti perkembangan, fokus aja sama apa yang aku lakukan.”imbuh Ria