What’s new today? Yup, kabar terhangat datang dari media sosial Instagram yang baru saja mengumumkan platform video digital terbarunya dengan nama IGTV. Fitur baru ini pun ramai diperbicangkan di khalayak umum karena konon digadang-gadang akan menyaingi kepopuleran YouTube yang dikenal sebagai Video-on-demand (VOD) dimana merupakan sistem televisi interaktif yang memfasilitasi khalayak untuk mengontrol atau memilih sendiri pilihan program video dan klip yang ingin ditonton. Fungsi VOD seperti layaknya video rental, dimana pelanggan dapat memilih program atau tontonan ketika yang ingin ditayangkan. Berikut ini adalah beberapa perbandingan fitur IGTV dengan YouTube:

1. Format Tampilan antara IGTV dengan YouTube

Perusahaan media sosial memperkenalkan dan merilis projek terbaru mereka dengan sebutan IGTV dimana fitur ini menjadi opsi pertama bagi tampilan phone-mobile untuk video online. IGTV sendiri dirancang untuk dimensi layar pada perangkat telepon genggam dengan format “video vertikal” untuk kontennya. Tampilan IGTV sendiri hampir mirip seperti Instagram Stories berorientasi vertikal. Hanya saja, bedanya yakni IGTV menghadirkan konten videonya yang cukup panjang hingga satu jam. Fitur IGTV ini bisa dinikmati oleh para pengguna langsung dari aplikasi Instagram atau dengan menggunakan aplikasi mandiri IGTV yang bisa Anda dapatkan melalui Google Play Store atau App Store.

Di sisi lain, YouTube menawarkan penggunanya untuk menonton video secara horizontal (mode layar penuh) maunpun vertikal. Dengan mode layar penuh, Anda bisa menonton video menggunakan layar secara penuh.

2. Kualitas Video yang Disajikan

Kelebihan yang dimiliki oleh video-video di IGTV yakni video tersebut dapat Anda tonton dan nikmati secara full screen dengan orientasi vertikal dan dapat mencapai resolusi 4K. Dilansir dari laman Screen Rant, pengguna akan disambut dengan koleksi video-video terbaru yang populer dan akan diberikan opsi untuk melanjutkan menonton video yang tidak mereka selesaikan sebelumnya. Setiap pengguna yang memiliki kesempatan untuk mem-follow atau melakukan subscribe akun kreator tertentu juga akan mendapatkan notifikasi saat akun tersebut mengunggah video terbaru.

Kalau berbicara subscribe, YouTube sudah dari jauh hari menawarkan pilihan subscribe. Pilihan tombol subscribe terletak di bawah video dan para subscriber dapat menekan tombol lonceng subscribe untuk mendapatkan update video dari YouTuber favoritnya. Anda juga dapat memberikan komen, Like, dislike, membagikan, dan menyimpan video pilihan Anda, Selain itu, untuk memberikan pengalaman menonton terbaik, YouTube menyesuaikan kualitas streaming video Anda dari definisi standar (seperti 240p atau 360p) ke definisi tinggi (720p atau 1080p), sesuai kecepatan Internet Anda. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa kualitas video dapat berubah-ubah saat Anda menonton. Faktor lain yang menentukan kualitas video pada YouTube yakni ukuran video player dan kualitas video asli yang diupload. Secara default, kualitas video disetel ke “Otomatis” dan YouTube akan menggunakan kualitas tertinggi berdasarkan ukuran video player Anda. Kualitas video asli yang diupload, misalnya, jika video direkam dalam definisi standar, video tidak akan tersedia dalam definisi tinggi.

3. Karakteristik Konten Kreator Videonya

Selama seminggu ini, Instagram melakukan pertemuan dengan para pembuat konten online untuk mendorong mereka menyiapkan video-video yang lebih panjang daripada video berdurasi satu menit saja. Saat ini upaya Instagram terfokus untuk menggandeng selebriti-selebriti Instagram (selegram) dibandingkan orang-orang yang populer di media pada umumnya. Tujuannya adalah membiarkan mereka yang memiliki keterampilan mengelola konten dengan gaya ini dan telah memiliki audiens cukup besar di Instagram. Jadi, secara tidak langsung, mereka bisa membantu untuk menunjukkan fitur IGTV kepada pengguna Instagram lainnya.

Sedangkan pada platform YouTube sendiri disebut-sebut sebagai gudangnya entertainment.  Beragam tayangan musik, komedi, drama, horor semuanya ada di YouTube. Bisa dikatakan platform ini menjadi salah satu pilihan untuk melepaskan penat sejenak karena pekerjaan dan tugas dan merilekskan diri dengan beragam hiburan di YouTube. YouTuber, sebutan dari pembuat dan penggunggah video di YouTube, mereka bisa siapapun baik itu orang biasa sampai para public figure. Para YouTuber tidak segan-segan untuk berbagi video tutorial informatif misalnya seputar cara membuat desain, tips dan trik, referensi tempat-tempat bersejarah atau kuliner menarik, dan sebagainya yang dapat ditonton user-nya sehingga dapat menambah pengetahuan.

4. Pilihan Opsi Monetisasi

Pihak Instagram menyatakan bahwa mereka belum akan memonetisasi fitur ini, sehingga konten kreator tidak akan mendapatkan bayaran dari Instagram maupun menghadirkan iklan di dalamnya. Namun, kabarnya Instagram berencana untuk menawarkan monetisasi langsung, kemungkinan melibatkan pembagian keuntungan dari iklan, tetapi hal ini belum difinalisasi.

Di sisi lain, pada tanggal 16 Januari 2018, YouTube mengumumkan persyaratan kelayakan baru untuk Program Partner YouTube. Begitu sebuah channel mencapai 4.000 jam waktu tonton dalam 12 bulan terakhir dan memiliki 1.000 subscriber, channel tersebut akan ditinjau untuk mengikuti program ini. Ini adalah bagian dari upaya YouTube untuk memperketat persyaratan monetisasi agar spammer, peniru identitas, dan pelaku jahat lainnya tidak dapat merusak ekosistem atau memanfaatkan para kreator, sekaligus terus memberikan penghargaan bagi kreator yang telah menyukseskan platform ini. Dengan Program Partner YouTube, kreator dapat memonetisasi kontennya di YouTube. Kreator dapat menghasilkan uang dari iklan yang ditayangkan di videonya, serta dari subscriber YouTube Red yang menonton kontennya.

Kesimpulan

IGTV diklaim mudah digunakan karena secara otomatis IGTV akan langsung memutar video saat Anda membuka aplikasinya. Artinya, Anda tidak perlu direpotkan untuk melakukan pencarian. IGTV secara otomatis akan memutar video dari kreator yang Anda sukai atau pengguna lain yang Anda ikuti di aplikasi Instagram. IGTV juga telah didukung dengan fitur Like, komen dan kirim video ke teman. Terlepas dari semua kelebihan tersebut, lalu apakah kira-kira IGTV bisa mengalahkan popularitas YouTube?