Nabila Dewi Gayatri menggelar pameran tunggalnya di Grand City Mall Surabaya, Jawa Timur. Pameran tunggalnya ini bertajuk “Sang Kekasih #2”, bermakna sebagai tanda bakti dan penghormatan. Sebelumnya, beliau sudah sempat menggelar pameran yang serupa di di Grand Sahid Jaya, Jakarta, tahun lalu yang bertajuk “Sang Kekasih #1”.

Nabila Dewi Gayatri

Perempuan yang tumbuh di lingkungan agamis ini menuturkan bahwa sebenarnya seni acara umum merupakan sesuatu yang dianggap “menyimpang” di kalangan pesantren. Tetapi beliau berusaha untuk menunjukkan kalau jalan seni inilah yang membuat beliau dapat menghayati hidup dan memahami cinta dengan sebenarnya.

Pameran tunggal “Sang Kekasih #2” dibuka dan diresmikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alalla pada Sabtu, 03 Februari 2018 di Shao Gallery Grand City Mall Surabaya, dimana menampilkan 50 lukisan ulama-ulama besar dari Nadhdlatul Ulama dan tokoh agama. Pameran ini dibuka selama 10 hari sejak tanggal 3 hingga 12 Februari 2018 di Shao Gallery.

Sesi Pembukaan dan Peresmian Pameran

Dalam sambutannya, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alalla mengapresiasi karya-karya yang telah dihasilkan oleh Nabila. Goresan yang telah beliau torehkan dalam kanvas dan dipamerkan ini mewujudkan kecintaan beliau terhadap para ulama Nusantara.

“Sebenarnya ada berbagai cara untuk mewujudkan kecintaan seseorang terhadap para ulama. Misalnya melalui doa, menulis buku, dan menceritakan kebaikan. Dan kali ini, Nabila melakukannya dengan wujud lukisan,” papar KH. Moh. Hasan

Melalui pameran lukisan “Sang Kekasih” ini juga, Ketua PWNU Jawa Timur, berpesan agar masyarakat khususnya umat muslim senantiasa mencintai ulama, salah satunya Kiai NU.

Nabila Dewi Gayatri seniman lukis kelahiran Gresik Jawa Timur mengatakan bahwa ide dasar terselenggaranya pameran ini adalah sebagai tanda bukti dan penghormatan kepada para ulama-ulama besar dan tokoh keagamaan. “Sudah seharusnya kita bersyukur karena mempunyai ulama teladan, yang mendedikasikan dirinya untuk agama, bangsa, dan negara. Mereka rela mengorbankan dirinya demi kepentingan orang lain.” jelas Nabila

“Lukisan-lukisan yang saya pamerkan kali ini, bukan hanya bukti kesediaan atas janji, tapi juga sebagai tanda bakti, untuk Abah dan para Kiai NU lainnya. Mereka telah mengajarkan keteladanan, dan membumikan agama,” kata wanita yang akrab disapa Nabila usai peresmian pameran “Sang Kekasih” Jilid 2 di Shao Gallery.

Menurut Nabila, di pameran Sang Kekasih #2 ada 12 karya baru, yaitu lima lukisan Gus Dur (165 x 125 cm) dan tujuh lukisan Kiai dari Aceh, Padang, Sambas (Kalimantan Barat), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Bali, Lombok, Sumbawa (Nusa Tenggara Barat). Lukisan-lukisan itu berukuran 120 x 100 cm. Jika dirupiahkan, satu lukisan yang Nabila pajang harganya berkisar antara 30 hingga 50 juta tergantung pada ukuran kanvasnya.

“Harapan saya sebenarnya sama dengan pameran-pameran yang saya gelar sebelumnya, yaitu agar pameran itu menginspirasi semua khalayak yang hadir dengan mengingat dan memandang wajah-wajah teduh mereka, akan mengingatkan kembali jasa para ulama Nusantara dalam membingkai agama yang sejuk, Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” papar Nabila