Bukan pertama kalinya, BBS TV mengadakan acara bertajuk “Teenizen Journalism” ini. Gelaran pertamanya dilakukan tahun lalu dan telah menghasilkan sekitar 500-an hasil karya liputan berita pendidikan dan keunikan Surabaya.

Menargetkan pesertanya untuk para pelajar tingkat SMP/MTs/sederajat atau SMA/SMK/MA sederajat se-Kota Surabaya, acara pelatihan jurnalistik ini terbilang sukses mendulang antusiasme dan respon positif dari banyak pihak.

Menghadirkan tiga pembicara yang kompeten di bidangnya seperti Christian Natalia (Reporter BBS TV), Alwan Hilmi (Kameramen BBS TV), dan Nanda Pudjo (Editor BBS TV). Acara ini sendiri berlokasi di Gedung Wanita Chandra Kencana, Jl. Kalibokor Selatan, Surabaya.

“Kemampuan Jurnalistik merupakan bagian kemampuan yang harus dimililki oleh siswa zaman now, karena semakin majunya zaman dibarengi dengan kemajuan teknologi informasi, maka kemampuan jurnalistik yang baik harus dimulai sejak dini, agar siswa mampu memilih dan memilah berita yang baik dan benar,” ujar Ibu Gunawan selaku Ketua Dharma Wanita Kota Surabaya yang membuka kegiatan ini

Kegiatan utama di acara pelatihan jurnalistik ini adalah untuk mengajak peserta yang hadir untuk membuat tim dimana tiap tim terdiri dari 3 siswa yang berbeda peran yaitu selaku reporter, penata kamera, dan editor yang bertugas untuk membuat liputan yang menarik untuk dilombakan dan seluruh hasil karya akan ditayangkan secara eksklusif di acara BBS TV dengan judul “Liputan Jurnalis Sekolah” yang akan tayang tiap sorenya selama kurang lebih 30 menit.

Teenizen Journalism Session II

Peraturan yang dibuat disini cukup ketat dimana hasil karya yang diserahkan harus asli (orisinal), tidak duplikasi, tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, dan tentunya menjaga hak pribadi. Lalu, peserta lomba mengirimkan 2 karya jenis reportase atau jurnalisme siswa (non drama). Untuk durasi waktu videonya sendiri yakni maksimal 5 menit dengan format video (.mp4), (.mpeg2).

Setelah mengikuti pelatihan para peserta diajak untuk membuat liputan dengan pendampingan dari mahasiswa dari STIKOM dan dari UNESA. Salah satu peserta yang hadir berasal dari tim jurnalistik MTsN 4 Kota Surabaya yang menerjunkan 2 tim untuk ikut pelatihan dan lomba peliputan berita, dengan didampingi oleh waka humas.

Hampir 500 pelajar mengikuti acara ini dan mereka memang bertujuan untuk menyiapkan tenaga-tanaga jurnalistik yang mampu menyajikan liputan berita yang benar, menarik, bernilai dan memotivasi para viewers khususnya para generasi muda untuk selalu bisa memilih dan memilah berita yang benar.

Harapannya, skills yang diperoleh para peserta saat pelatihan ini bisa menjadi bekal dan pengalaman yang berharga untuk pengembangan kemampuan dan keterampilan siswa dalam bidang jurnalistik.